Selasa, 04 Juni 2013

Membuat Sketsa Bangunan...?

            Sudah lama juga nggak buka-buka ini blog. Pas saya masuk yah sudah lumayan berdebu lah, berandanya aja udah mulai lumutan, tikus-tikus udah berkeliaran di mana-mana. Trus udah ada mas-mas KUMUH yang boker di sini (emangnya jamban?). Akhir-akhir ini Kesibukan kuliah mulai menggerogoti dan mencekek leher saya dengan tumpukkan tugas-tugas yang (MasyaALLAH)   maha bejibun deh. Tapi dibalik semua itu ada hikmah yang dapat kita petik di dalamnya. Yah misalnya seperti skill ‘drawing’ saya yang semakin terasah.
           
            Tapi diantara segala macam mata kuliah yang maha mencekek tersebut, tetap ada mata kuliah yang saya senangi. Mata kuliah tersebut adalah GAMBAR ARSITEKTUR 2 (GA2). Mata kuliah ini merupakan mata kuliah lanjutan dari  Gambar Arsitektur 1 (GA1). Tapi di mata kuliah ini ada hal yang menyenangkan. Berbeda dengan GA1 yang lebih menekankan pada dasar-dasar teknik menggambar 2 dimensi dan 3 dimensi yang baik dan teratur juga tata cara membaca presentasi gambar. Di GA2 kita lebih ditekankan bisa menggambar sketsa 3 dimensi bangunan ataupun koridor lengkap dengan hasil rendering-nya.

            Di dalam postingan ini saya ingin  berbagi ilmu dengan para pembaca blog ini. Tentang pengalaman dan kiat-kiat saya  dalam mensketsa bangunan. Berikut akan saya cantumkan hasil-hasil tugas-tugas saya selama semester ini (Masih semester 2 loh, masih muda).

MARI MENGGAMBAR DAN KHAYALKAN DUNIA MASA DEPAN...

            Berikut akan saya paparkan ... ... ... *bertapa 30 menit*

            Dimulai dari pembuatan garis tepi pada kanvas gambar. (Ya iyalah, anak TK juga tahu kalo mau menggambar tuh harus bikin garis tepi dulu). Selanjutnya tentukan dari arah mana kita memandang objek tersebut. Kemudian adalah menentukan besarnya dimensi objek bangunan. Cara menentukannya adalah dengan menentukan perletakkan Garis Horison, titik hilang, garis Vertikal terluar, dan garis proyeksi titik hilang terluar.

Garis horison merupakan garis yang membentang lurus secara horisontal, dari tempat dimana kita memandang sebuah objek. Yah kalo di pantai-pantai kita bisa melihat garis horison itu sebagai garis pertemuan antara laut dan langit dimana di situlah batasan indera penglihatan manusia. Sedangkan titik hilang menurut senior saya Frank Ching merupakan titik  dimana garis-garis yang sejajar (tapi tidak sejajar dalam bidang gambar) tampak akan bertemu dalam gambar. Garis vertikal yang dimaksud adalah garis-garis proyeksi yang membentang lurus secara vertikal, dalam gambar perspektif 2 titik hilang garis-garis proveksi vertikal ini seluruhnya sejajar. Dan garis proyeksi titik hilang ini adalah garis-garis miring dengan kemiringan tak tentu yang berawal di titik hilang dan berakhir di pertemuan antara garis yang tercermin dari titik hilang di sampingnya atau pada gari proyeksi vertikal yang telah ditentukan. Sebenarnya garis Horisontal merupakan salah satu bagian daripada garis ini.

Ngerti kan? Kalo nggak ngerti berarti IQ kalian tuh nungging... :D
#BakarLaut #GulungAspal

Agar kalian tidak bingung dengan penjelasan saya tadi coba Perhatikan gambar-gambar berikut:

Penggambaran tampak dan denah sebuah objek yang akan di sketsa 2 titik hilang




Perletakkan titik hilang, garis horisontal, vertikal.



            Pentiiiiing BGT: Dari gambar yang saya sajikan diatas saya memberikan saran agar selalu memperhatikan jarak antara kedua titik hilang, beserta perletakkan garis horisontal, garis vertikal terluar, dan garis proyeksi miring terluar. Apabila perletakkan titik hilang, garis proyeksi vertikal dan miring terluar yang telalu dekat ataupun terlalu jauh akan menyebabkan gambar perspektif yang disajikan akan mengalami distorsi yang tajam sehingga membuat hasil sketsa tidak proporsional.

            Ada cara-cara khusus dalam menghasilkan besaran dimensi, bayangan, perletakkan ornamen-ornamen bangunan yang akurat coba saja beli buku-buku sketsa di toko buku. Kalo saya dalam rangka Pelitisasi, Hematisasi, dan Iritisasi cukup dengan menyewa buku-buku perpustakaan. #MentalAnakKost #PadahalBukan
Tapi... Saya punya cara lain dalam rangka menghemat waktu yaitu.... .... .... jreeeeeeeeng... jreeeeengg....  *tatapan sinis*

GUNAKAN “FEELING” LOE...
(lagu Iwak Peyek menggema dari kejauhan)


Yap dengan menggunakan feeling semua akan terasa begitu cepat dan tak perlu buang-buang waktu lebih banyak. SEMAKIN PROPORSI SKETSA LOE, SEMAKIN KUAT PULA “FEELING” LOE... ... ...

            Kemudian setelah menentukan perletakkan titik hilang dengan sendirinya akan terbentuk area gambar perspektif tersebut. Perhatikan gambar di dalam gambar tersebut saya telah membuatkan batas-batas wilayah gambar yang saya tandai dengan garis hitam tebal (kalo di dalam gambar biasanya hanya ditandai dengan garis-garis proyeksi yang tipis saja) :



Garis-garis gambar tidak akan keluar dari wilayah gambar yang telah ditentukan


            Kemudian mulailah menggambar dengan cara menarik garis-garis proyeksi dari titik hilang dan membuat garis vertikal dengan berpatokan pada garis horisontal dan tetap berada pada wilayah gambar yang telah ditentukan. Kombinasikan kedua model garis tersebut sesuai dengan objek yang akan kita sketsa.

            Selanjutnya setelah penggambaran objek selesai tambahkanlah dengan objek-objek tambahan seperti pepohonan, awan, kendaraan, dan manusia (usahakan agar aktivitas manusia, dan pakaian yang digunakan oleh orang-orang yang ada dalam gambar tersebut sesuai dengan fungsi bangunan yang digambar), kemudian lakukanlah proses rendering dengan didahuli menentukan letak matahari atau sumber cahaya lainnya dan memberikan efek gelap terang pada gambar agar gambar terlihat lebih hidup.

            Begitulah tips yang mungkin agak sesat dan menyesatkan dari saya, semoga bisa berguna. Dan selanjutnya saya akan memeaparkan hasil-hasil sketsa saya berikut komen-komen dosen saya.


1.                Sketsa Gedung Lab Fakultas Teknik Universitas Haluoleo





Ini adalah hasil sketsa pertama saya. Gambar ini sungguh masih sangat jauh dari kata “PROPORSIONAL”. Memang dalam menggambar bebas seperti ini sisi proporsi harus kita pertimbangkan matang-matang.

Kata dosen saya kekurangan dari gambar ini adalah perletakkan titik hilangnya yang terlalu dekat dengan garis vertikal terluarnya yang membuat hasil gambarnya mengalami distorsi yang tajam dan tentunya sudah tidak Proporsional lagi. Dosen saya juga menambahkan mengenai hasil renderingnya saya yang masih kaku dan belum bisa memainkan sisi gelap-terangnya, juga pepohonannya yang masih kurang “Nih bangunan kayak di bangun  di tengah lapangan aja!!” serunya. dan karena kegagalan ini level gambar kami sekelas belum bisa ditingkatkan di pekan selanjutnya.

Mendengar komen tersebut tiba-tiba saya berniat untuk jedotin nih muka ke aspal, hanya karena pertimbangan faktor ketampanan saya, niat itu saya urungkan.... :b




2.                Sketsa Asrama Ibnu Sinah  (Bidik Misi Putri)





Di sketsa saya yang kedua hasilnya sudah sangat lebih baik dibanding sebelumnya, gambar saya masuk dalam ‘CHART TOP CLASS’ nya pak dosen. *tsaaaaaaah

Katanya “SELAMAT ANDA MEMENANGKAN HADIAH GRAND PRIZE MOBIL MERCEDEZ BENZ DAN BERLIBUR KE BALI BERSAMA MIYABI DKK”. Dan tentunya ini Lebay.


3.                Sketsa Masjid Malim Kampus Unhalu




          Di pertemuan ketiga ini dosen saya mulai beraksi dengan meningkatkan level bangunan yang akan disketsa. Dan bangunan yang terpilih adalah Masjid Ld Malim di depan fakultas Teknik.

            Hanya saja dalam pembuatan gambar ini saya terlalu mentitik beratkan pada keakuratan detail. Ini membuat saya memerlukan waktu yang lebih lama dalam menyelesaikan gambar di atas.

            Tapi walaupun unggul dalam sisi detail bangunan. Gambar  di atas kalah di sisi teknik rendering . jujur, gambar ini belum sempat ter render seperti yang saya inginikan akibat waktu yang tidak cukup dalam menyelesaikannya. Si dosen kudu nyuruh ngumpul tugas. Alhasil saya pun merasa gagal. #NangisDiBawahJemuranBasah

            Ini merupakan pelajaran bagi saya agar menyelesaikan tugas itu bukan cuma harus mempertimbangkan hasilnya tapi juga waktu yang kita perlukan untuk menyelesaikannya.


4.                Sketsa Gedung Rektorat Unhalu







         Level bangunan yang akan disketsa pun terus di tingkatkan. Dari yang awal bentuk denahnya persegi, sekarang malah bentuknya sudah kayak cangkang kura-kura gitu. Di level ini saya merasa berhasil dengan sketsa yang saya hasilkan. Dari sisi detail dan render saya merasa mencapai target yang saya inginkan.

            Garis horisontalnya saya tinggikan sehingga bisa jadi ini adalah gambar perspektif mata monyet. Yah monyetya agi anjat ohon... wkwkwkwkwk #LebayLagi


5.                Sketsa Koridor Jalan Syeckh Yusuf Kendari






          Di sketsa yang satu ini level kembali dinaikkan dengan menggambar lebih dari satu bangunan dan juga me-render nya dengan warna.
           
            Mungkin masih banyak yang perlu dibenahi dari sketsa yang satu ini dari segi teknik pewarnaannya, karena menurut saya sekilas gambar ini terlihat seperti latar dari game Nintendo jadul. Kata dosen saya rata-rata hasil render  teman-teman sekelas saya belum memuaskan. Tapi apakah sketsa ini masuk dalam jajaran TOP CLASS....!?!?! May be YES! May be NO!!



6.                FINAL TEST – SKETSA REKAYASA KOLONIAL KOTA LAMA KENDARI




            THIS IS FINAL...
            Di dalam tugas ini para mahasiswa di tekankan untuk mendesain ulang bangunan dari sekian banyak bangunan-bangunan tua yang sudah ada sejak zaman kolonial di seputaran Kota Lama Kendari dengan konsep Arsitektur Kolonial seakan-akan kita kembali lagi ke tahun 1932 dimana kota kendari masih diduduki oleh Belanda, dan maraknya para pedagang dari Cina dan Sulawesi Selatan yang berdagang di wilayah Teluk Kendari.

             Yaaaah karena hasil render dengan menggunakan warna belum memuaskan secara kolektif. Kami diberikan kebebasan untuk memilih tekni render  apa yang akan kita pake. Dan saya pun memilih teknik render kombinasi antara tinta & pensil.

            Gambar yang pertama menunjukkan wujud asli dari bangunan tua tersebut di dunia nyata. Dan gambar kedua adalah gambar hasil ‘imajinasi’ saya.

            Ada kejadian aneh ketika saya mencoba survey ke lokasi di Kota Lama. Pada sore hari yang cerah itu ketika saya mencoba untuk meng-hunting bangunan yang cocok untuk disketsa saya mencoba memotret bangunan-bangunan tersebut. Hanya saja secara tidak sengaja menemukan aktvitas tak wajar yang dilakukan om-om di sana. Saya pun tak sengaja memotret aktivitas yang dilakukan oleh para om-om tersebut.

            Ketika saya memotret sebuah bangunan tua, terlihat ada banyak orang berkerumun.  Tapi kemudian tingkah om-om itu berubah ketika melihat saya. Bukaaaan... mereka bukan terangsang ketika melihat saya megang kamera sambil nari-nari telanjang (lagian siapa yang nari telanjang). Mereka tuh kaget karena ‘mungkin’ mereka menyangka saya sebagai wartawan sebuah media cetak. Nah truss...??? apa yang mereka lakukan...??? mengapa mereka begitu ketakutan ketika melihat saya? Sampai-samppai mereka harus berubah menjadi Power Rangers kemudian memanggil Megazord dan mengusir saya dari tempat itu.?? Dunia pun Kiamat. Semua manusia dikumpulkan ke padang Mahsyar... #Lebay

            Iya! Ketika mereka melihat saya, mereka pun bubar. Tampaknya mereka sedang BERJUDI!!! Iya.... BER... JUUU.... DIIIIII.... (lagu JUDI – H.Rhoma Irama pun menggema dari kejauhan). Berikut saya berikan buktinya... wkwkwkwwk


Sekilas tidak ada tanda-tanda mencurigakan dari foto ini


Coba perhatikan tingkah om-om ini...



Wkwkwkwkwk...

Segitu dulu, yah... berhubung udah mau Ramadhan, saya pribadi mau mohon maaf pada kalian semua. Dan mau ngucapin  Met menunaikan ibadah puasa di bulan Ramadhan. Semoga kita semua menjadi pemenang di Ramadhan ini. AMIN*********
*Follow Twitter ane: @RyanPangerang yah...!! :)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar